FILLER DAN KOMPLIKASINYA

  • Ketut Kwartantaya Winaya Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia

Abstract

Filler adalah bahan yang digunakan untuk menambah volume pada jaringan lunak. Indikasi utama penggunaan dermal filler adalah peremajaan wajah yaitu untuk mengisi kerutan superfisial atau dalam serta koreksi depresi jaringan lunak bawaan atau didapat.

Berdasarkan onset terjadinya komplikasi filler dapat dibagi menjadi dua yaitu onset dini dan onset lambat. Onset dini meliputi reaksi lokal, eritema, pembengkakan, superficial placement, reaktivasi herpes, infeksi, hipersensitivitas akut, lumps, nekrosis jaringan dan gangguan visual. Sedangkan komplikasi onset lambat yang dapat terjadi berupa terbentuknya nodul, inflammatory nodules dan granuloma.

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan filler maka sebagai seorang klinisi kita tidak hanya harus menjadi seorang ahli injectors tetapi juga harus mampu dalam menangani komplikasi filler. Selain itu harapan pasien harus dikelola, sehingga mereka tidak membayangkan hasil yang tidak realistis, harus disadarkan akan keterbatasan dan risiko dermal filler. Perawatan pasien dengan informasi yang tidak memadai dapat menimbulkan masalah dan dapat menyebabkan ketidakpuasan. Perhatian harus dilakukan ketika menghadapi individu yang menunjukkan tanda-tanda gangguan mental yang mendasari atau kecenderungan dismorfofobik.

Untuk meminimalkan risiko komplikasi, beberapa teknik dapat digunakan seperti menghindari suntikan bolus, menyuntikkan perlahan, mengawasi area kompromi vaskular, menghindari injeksi ke area yang mungkin terinfeksi atau injeksi sebelumnya, dan menasihati penggunaan obat-obatan yang diketahui menyebabkan memar/pendarahan dan steroid.

Published
2023-04-11
Section
Articles